Senin, 06 Desember 2010

BAKTERI


Bakteri / bacterium (bahasa latin) merupakan organisme mikroskopik yang pertama kali ditemukan oleh Anthony van Leeuwenhoek (1697). Bakteri hidup pada suhu yang bervariasi & pH tertentu sesuai dengan jenisnya.


CIRI-CIRI & Sifat

- uniseluler
            - struktur sel yang sederhana
      - membelah diri
      - tidak memiliki nukleus/inti sel
      - tidak memiliki mitokondria dan kloroplas
      - organisme prokariotik (tidak memiliki membran inti sel)
      - dapat hidup di tempat yang ekstrim maupun di tempat yang tidak ekstrim
      - dapat membentuk endospora (untuk melindungi diri terhadap lingkungan yang buruk)
      - ukuran antara 0,5-5 μm 0,75 mm

Struktur sel
Bakteri memiliki dinding inti sel dan digolongkan menjadi dua menurut struktur dinding inti sel-nya :
·         a. Gram Positif
-      dinding sel berupa peptidoglikan yang tebal
·         b. Gram Negatif
-      memiliki lapisan luar berupa lipopolisakarida yang teridiri dari membran dan lapisan peptidoglikan yang tipis.

Bakteri juga memiliki:                    
      - kromosom (terdiri dari DNA dan protein berisi informasi genetika)

      - ribosom
      - granula makanan (tempat menyimpan cadangan makanan)
      - vakuola gas
      - magnetosom
Bentuk-bentuk bakteri

a.    Kokus (Coccus)
a.    Monokokus      --> Tunggal
b.    Diplokokus       --> Dua bakteri bergandengan
c.    Tetrakokus     --> Empat bakteri bergandengan
d.    Sarkina             --> Bergerombol membentuk kubus
e.    Stapilkokus --> Bergerombol
f.     Streptokokus   --> Bergandegan membentuk rantai

b.    Basil (Bacillus)
 
 a.                    a. Monobasil      --> tunggal (satu)
b. Diplobasil     --> Dua bakteri bergandegan 
c. Streptobasil --> Bergandegan membentuk rantai
c.    Spirila (Spirilum)
a.    Vibrio     --> Membentuk seperti tanda “koma”
b.    Spiral     --> Melengkung
c. Spiroseta --> Berbentuk seperti sekrup

Alat Gerak Bakteri

Berdasarkan jumlah flagel-nya:

·         - Atrik       --> tidak memiliki flagel
·         - Monotrik  --> hanya memiliki 1 flagel
·         - Lofotrik   --> memiliki sejumlah flagel hanya pada satu ujungnya
·         - Amfitrik   --> memiliki sejumlah flagel pada kedua ujungnya
·         - Peritrik    --> memiliki sejumlah flagel diseluruh permukaan tubuhnya

Cara bakteri bereproduksi

a.    - Secara tak kawin (aseksual) --> dengan cara membelah diri menjadi 2 (pembelahan biner)
b.    - Secara kawin :
a.    Transformasi --> Perpindahan sedikit materi genetik ke bakteri lain
b.    Transduksi     -->  Perpindahan sedikit materi genetik dengan bantuan virus bakteri
c.    Konjugasi       -->  Perpindahan sedikit materi genetik langsung dengan kontak fisik antar bakteri melalui jembatan antara sel bakteri

Peranan Bakteri  

 A.Bakteri yang menguntungkan

a.    - Bakteri Pengurai: sebagai dekomposer / menguraikan organisme lain seperti hewan dan   tumbuhan yang mati

b.    - Bakteri Nitrifikasi: mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak di dalam tanah

c.    - Bakteri Nitrogen: mampu mengikat nitrogen di udara bebas dan mengubahnya menjadi senyawa yang dapat diserap oleh tumbuhan

d.    - Bakteri Usus: berperan dalam proses pencernaan


e.    - Bakteri fermentasi: berperan dalam proses fermentasi makanan
·         Lactobacillus bulgaricus        = yoghurt
·         Streptococcus thermophilus = yoghurt
·         Lactobacillus sp.                  = terasi & asinan buah-buahan
·         Pediococcus cerevisiae        = sosis

f.     - Bakteri penghasil antibiotik
·         Bacillus brevis, menghasilkan terotrisin
·         Bacillus subtilis, menghasilkan basitrasin
·         Bacillus polymyxa, menghasilkan polimixin

B. Bakteri yang merugikan

a.    - Bakteri perusak makanan: menyebabkan pembusukan makanan
·         Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan
·         Pseudomonas cocovenenans, menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek
·         Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan

b.    - Bakteri denitrifikasi
Jika oksigen dalam tanah kurang, makan proses denitrifikasi berlangsung dengan mereduksi nitrat menjadi nitrit yang akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan.

c.    - Bakteri patogen: menimbulkan penyakit pada manusia, tumbuhan dan hewan.

a. Penyakit pada manusia:
·         Salmonella typhosa, menimbulkan tifus
·         Shigella dysenteriae, menimbulkan disentri
·         Vibrio comma, menimbulkan kolera
·         Haemophilus influenza, menimbulkan influenza
·         Diplococcus pneumonia, menimbulkan Pneumonia (radang paru-paru)
     b. Penyakit pada hewan:
·         Brucella abortus, menimbulkan Brucellosis pada sapi
·         Streptococcus agalactia, menimbulkan Mastitis pada sapi (radang payudara)
·         Bacillus anthracis, menimbulkan antraks
·         Actinomyces bovis, menimbulkan bengkak rahang pada sapi
·         Cytophaga columnaris, menimbulkan penyakit pada ikan
             
         c. Penyakit pada tumbuhan:                                                                  
·         Xanthomonas oryzae, menyerang pucuk batang padi
·         Xanthomonas campestris, menyerang tanaman kubis
·         Pseudomonas solanacaerum, menimbulkan penyakit layu pada family terung-terungan
·         Erwinia amylovora, menimbulkan penyakit bonyok pada buah-buahan


 

VIRUS

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme makhluk hidup.



Sejarah

1.    Pertama kali diteliti oleh Adolf Meyer pada tumbuhan tembakau


Penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.

2.   Diteliti lagi oleh Dimitri Ivanowsky pada tumbuhan tembakau

Getah  daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan.

3.   Martinus Beijerinck menemukan virus pada tanaman tembakau

Agen  infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman.Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.

Ciri - ciri

  • Aseluler
  • Memiliki bentuk bulat, huruf T, tabung/ heliks
  • Bereproduksi
  • Dapat dikristalisasikan
  • Memiliki DNA / DNA (Ribose Nucleic Acid / Deoxyribose Nucleic Acid)
  • Memiliki asam nukleat
  • Memiliki selubung protein

Reproduksi Virus

A.  Siklus Litik

Absorbsi & penetrasi

Penempelan virus pada inang. Virus mempunyai reseptor protein untuk menempel pada inang spesifik. Setelah menempel, virus kemudian akan melubangi membran dari sel inang dengan enzim lisozim. Setelah berlubang, virus akan menyuntikkan DNA virusnya kedalam sitoplasma sel inang.

Replikasi (Biosintesis)

Setelah disuntikkan kedalam sel inang, DNA dari virus akan menonaktifkan DNA sel inangnya dan kemudian mengambil alih kerja sel inang, lalu menggunakan sel tersebut untuk memperoleh energi dalam bentuk ATP untuk melanjutkan proses reproduksinya.
DNA dari virus, akan menjadikan sel inang sebuah tempat pembentukan virus baru, kemudian DNA akan mengarahkan virus untuk menghasilkan protein dan mereplikasi DNA virus untuk dimasukkan ke dalam virus baru yang sedang dibuat.
Molekul-molekul protein (DNA) yang telah terbentuk kemudian diselubungi oleh kapsid, kapsid dibuat dari protein sel inang dan berfungsi untuk memberi bentuk tubuh virus.

 Lisis

Tahap lisis terjadi ketika virus-virus yang dibuat dalam sel telah matang. Ratusan virus-virus kemudian akan berkumpul pada membran sel dan menyuntikkan enzim lisosom yang menghancurkan membran sel dan menyediakan jalan keluar untuk virus-virus baru. Sel yang membrannya hancur itu akhirnya akan mati dan virus-virus yang bebas akan menginvasi sel-sel lain dan siklus akan berulang kembali.

B.  Siklus Lisogenik

    Absorbsi dan penetrasi

Virus menempel pada permukaan sel inang dengan reseptor protein yang spesifik lalu menghancurkan membran sel dengan enzim lisozim, virus melakukan penetrasi pada sel inang dengan menyuntikkan materi genetik yang terdapat pada asam nukleatnya kedalam sel.

   Penyisipan gen virus

Asam nukleat dari virus yang telah menembus sitoplasma sel inang kemudian akan menyisip kedalam asam nukleat sel inang, tahap penyisipan tersebut kemudian akan membentuk provirus (pada bakteriofage disebut profage). Sebelum terjadi pembelahan sel, kromosom dan provirus akan bereplikasi.

   Pembelahan sel inang

Sel inang yang telah disisipi kemudian melakukan pembelahan, provirus yang telah bereplikasi akan diberikan kepada sel anakan dan siklus inipun akan kembali berulang sehingga sel yang memiliki profage menjadi sangat banyak.


Virus – virus :

  1. HIV (Human Immunodeficiency Virus)
  2. Virus Influenza
  3. Virus Herpes
  4. Mump Virus / Paramyxovirus (gondongan)
  5. Polio Virus
  6. Tobacco Masoik Virus
  7. H1N1 (Flu babi)
  8. H5N1 (Flu burung)
  9. Virus Hepatitis


KLASIFIKASI


·         Klasifikasi : Pengelompokkan makhluk hidup

·         Klasifikasi dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan di dalam mempelajari makhluk hidup

·         Taxonomi : Urutan klasifikasi pada makhluk hidup

·         Urutan taxon dari yang terluas sampai spesifik :
i.        Kingdom
ii.      Filum
iii.    Class
iv.     Ordo
v.       Family
vi.     Genus
vii.   Species
viii.  Binomial Nomenklatur

·         Binomial Nomenklatur : Cara penamaan makhluk hidup
·         Syarat-syarat penamaan makhluk hidup (binomial nomenklatur) :
-->    Nama ilmiah harus dicetak miring, atau di garis bawah
-->  Kata pertama harus dimulai dengan huruf besar, kata kedua dengan huruf kecil semua.
-->  Kata pertama adalah genus, kata kedua adalah spesies.

·         Klasifikasi Kingdom :
·         Klasifikasi pertama (2 Kingdom), berdasarkan cara membuat makanan
--> Animalia (heterotrof) dan Plantae (autotrof)

·         Klasifikasi kedua (3 Kingdom), berdasarkan jumlah sel
-->  Animalia & Plantae (multiseluler), protista (uniseluler)

·         Klasifikasi ketiga (4 Kingdom), berdasarkan membran inti
-->  Animalia, Plantae & Protista (memiliki membran inti/eukariotik), Monera (tidak memiliki membran inti/prokariotik)

·         Klasifikasi keempat (5 Kingdom), berdasarkan cara memperoleh makanan
--> Animalia, Protista, Monera, Plantae (autotrof), *Fungi (heterotrof)
*Fungi merupakan pengeluaran dari Plantae, karena tidak berklorofil dan bersifat heterotrof.

·         Klasifikasi kelima (6 Kingdom), berdasarkan perbedaan sifat
--> Animalia, Protista, Plantae, Fungi, *Archaebacteria (hidup di lingkungan ekstrim) & *Eubacteria (hidup di lingkungan yang normal)
*Archaebacteria dan Eubacteria merupakan hasil pemecahan dari Monera, dikarenakan perbedaan sifat yang signifikan.